Sebuah catatan pinggir pelaksanaan turnamen catur


Tanpa saya sadari, hampir 3,5 tahun lamanya saya telah bergabung dengan komunitas catur di Indonesia (Percasi). Ini adalah efek dari 2 anak saya, yang gemar bermain catur dan rajin ikut berbagai pertandingan catur di beberapa daerah. Saya sendiri bukan pemain catur dan tidak paham tentang permainan catur, sehingga sampai saat ini hanya sekedar sebagai pengantar dan penonton saja.

Dari berbagai kegiatan dan event-event catur yang kami ikuti, saya mencatat beberapa fakta menarik yang sayangnya lebih mengarah pada sisi negatif. Beberapa fakta menarik tersebut antara lain adalah:

Jadual molor

Penyelenggaraan turnamen catur seringkali tidak tepat waktu dan molor jauh dari waktu yang telah direncanakan. Misalnya saja, jadual kegiatan direncanakan dimulai jam 09.00, namun pada kenyataannya kegiatan baru dimulai jam 11.00 atau lebih. Biasanya ini terjadi di hari pertama, dimana upacara pembukaan seringkali mundur dari jadual yang telah ditetapkan dan mundurnya jadual pembukaan berakibat pada mundurnya jadual pertandingan di hari pertama. Hal ini tentunya sangat berpengaruh pada kondisi mental dan fisik setiap pemain. Entah mengapa, sulit sekali rasanya melaksanakan turnamen catur yang sesuai dengan jadual yang telah direncanakan. Banyak sekali kendala yang ada, mulai dari pemain yang terlambat mendaftar, kesalahan panitia dalam mencatat daftar pemain, kesalahan pairing, ruang pertandingan yang belum siap, sampai dengan upacara pembukaan yang belum dapat dilakukan karena pejabat yang akan melakukan pembukaan belum datang. Seperti lagunya Iwan Fals saja, …terlambat 2 jam itu sudah biasa….

Kurangnya kepedulian lingkungan

Di setiap penyelenggaraan turnamen catur, baik peserta maupun penonton kurang memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Buang sampah sembarangan dan merokok di sembarang tempat, adalah contoh kurangnya kepedulian mereka. Yang paling mengesalkan adalah ketika para perokok dengan seenaknya merokok di ruang pertandingan (yang ber-AC pula), padahal jelas-jelas sudah tertera peringatan “DILARANG MEROKOK DI RUANG PERTANDINGAN”. Apa mereka tidak bisa membaca ya? Sungguh, masih bermimpi untuk melihat pertandingan catur yang bersih dari asap rokok.

Kemarahan dan tangisan

Bagi orang tua, saat menunggu pertandingan adalah saat-saat yang menegangkan. Mereka tentu berharap agar anaknya menang, yang tentu saja harapan ini dimiliki pula oleh orang tua dari pihak lawannya. Saat pertandingan berakhir dan telah diketahui hasilnya, berbagai reaksi langsung muncul dari masing-masing orang tua, terutama bagi anaknya yang mengalami kekalahan. Reaksi orang tua yang seringkali saya lihat adalah MARAH saat mengetahui anaknya kalah, apalagi kekalahannya diderita dari pecatur yang dianggap masih di bawah kelas anaknya. Reaksi ini adalah buntut dari rasa kecewa dan ekspetasi yang tinggi terhadap anaknya, sehingga mereka tidak percaya saat anaknya mengalami kekalahan. Bagi sang Anak, kondisi ini bagai jatuh tertimpa tangga pula, sudah kalah dan masih terkena marah orang tuanya. Banyak anak yang menangis karena terus dimarahi orang tua-nya, yang saking marahnya tidak peduli akan kondisi psikis anaknya. Pokoknya kamu harus menang, tidak boleh kalah titik. Seringkali saya bertanya pada diri sendiri, mengapa orang tua itu harus marah? Kemenangan dan kekalahan adalah biasa, tidak ada kemenangan tanpa ada kekalahan. Kalau kita marah, apakah hasilnya akan menjadi lebih baik? Apakah anak-anak menjadi lebih terpacu untuk meraih kemenangan setelah dimarahi orang tuanya? Sepertinya ambisi yang dimiliki oleh orang tua lebih besar ketimbang ambisi yang dimiliki sang anak. Sehingga ketika sang anak kalah, emosi marah-lah yang keluar. Jadinya yang muncul adalah anak yang menjadi robot dan petarung bagi keberhasilan dan ambisi orang tua.

Penonton masuk ke tempat pertandingan

Untuk menjaga netralitas dan konsentrasi pemain, seharusnya penonton dilarang masuk ke ruang pertandingan saat pertandingan sedang berlangsung. Selain menjaga konsentrasi pemain, hal ini juga dapat menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penggunaan kode rahasia utk membantu pemain mengalahkan lawannya. Keuntungan lainnya adalah dapat membantu pemain, khususnya pemain yunior, agar dapat berani dan mandiri menyelesaikan persoalannya sendiri. Hal ini tentu akan sangat berguna bagi pemain yunior ke depannya. Namun yang didapati selama ini adalah bahwa banyak orangtua dan pendamping yang masuk ke ruang pertandigan dan bahkan berdiri di samping meja anaknya, untuk melihat secara langsung ketika anak-anak mereka bertanding. Bagi sang anak, hal ini tentunya dapat menjadi beban karena dilihat langsung orang tua-nya. Meskipun demikian, ada beberapa anak yang membutuhkan kehadiran orang tua di sampingnya, agar mereka dapat lebih percaya diri. Dengan ditonton langsung oleh orang tua-nya, sang anak menjadi lebih berhati-hati dan takut melakukan kesalahan, sehinga orang tua berharap anaknya dapat meraih kemenangan. Untuk saati ini, sepertinya sangat sulit membersihkan ruang pertandingan dari para penonton, karena pertandingan seringkali dilakukan di tempat terbuka dan para penonton (tidak tahu diri) untuk selalu masuk ke tempat pertandingan. Hanya ada beberapa turnamen catur yang secara tegas melarang penonton utk masuk ke ruang pertandingan.

Kurang perhatian dari pemerintah

Olahraga catur memang olahraga yang membosankan dan tidak banyak masyarakat yang menyukainya. Hal ini juga diperparah dengan kurangnya perhatian pemerintah terhadap pembinaan olahraga catur di Indonesia. Sepertinya perkembangan olahraga Indonesia hanya didominasi oleh sepakbola, bulutangkis, bola basket dan tinju. Perkembangan olahraga catur seperti berjalan lambat dan belum banyak turnamen resmi yang berjalan secara teratur. Penyelengaraan turnamen lebih sering bersifat situasional. Olahraga catur juga belum banyak yang masuk dalam kurikulum sekolah. Hal ini merupakan akibat dari belum familiar-nya olahraga catur, sehingga belum banyak sponsor yang mau mendanai kompetisi catur secara kontinyu.

Banyak pecatur berbakat

Ternyata Indonesia memiliki banyak pecatur berbakat, yang sebagian besar masih berusia sangat muda, yang tersebar di berbagai daerah. Talenta-talenta muda ini sudah semestinya dibina oleh PB PERCASI, untuk memunculkan GM-GM baru menggantikan era GM Susanto Megaranto dan GMW Irene Kharisma Sukandar. Sudah menjadi kewajiban bagi PB PERCASI untuk bersinergi membentuk program pembinaan yang berkelanjutan bagi para pecatur yunior, baik yang di pusat maupun daerah, sehingga Indonesia dapat menjadi gudangnya pecatur-pecatur tangguh. PB PERCASI dapat mencontoh pola pembinaan pecatur di Vietnam, yang dalam waktu singkat banyak memiliki pecatur-pecatur tangguh.

Masih banyak fakta-fakta menarik lainnya dari berbagai penyelenggaran turnamen catur di Indonesia. Apapun fakta tersebut, tentunya kita berharap pembinaan catur Indonesia terus berjalan sehingga catur Indonesia dapat terus berkembang.

Gens Una Sumus.

About caturbandung
Saya bukanlah pecatur dan saya tidak paham tentang catur. Saya hanya orang tua dari salah seorang pecatur yunior kota Bandung yang ingin membagi informasi seputar olahraga catur. Mudah-mudahan bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: