Anand: I didn’t get a grip on Carlsen’s style


5 Des 2013 – Beberapa hari setelah gagal mempertahakan gelar juara dunianya, Viswanathan Anand telah bersiap kembali untuk mengikuti turnamen London Chess Classic yang akan dilaksanakan tanggal 11-15 Desember di London. Dalam kesempatan ini Rakesh Rao dari The Hindu berhasil mewawancarai Anand seputar kekalahannya di Fide World Championship Match. Berikut ini petikan wawancara Rakesh Rao dengan Viswanathan Anand.

DSC_0054

Viswanathan Anand

***

Rakesh Rao (RR): Dimana Anda merasa mulai kehilangan kontrol di game 5?

Viswanathan Anand (VA): Sebenarnya itu terjadi sepanjang pertandingan, maksudku, ada sedikit kesalahan di sana-sini. Aku tidak kalah dalam satu langkah. Aku kehilangan fokus beberapa saat dan itu yang aku harap tidak aku lakukan tapi aku melakukannya. Game ke-5 merupakan salah satu kekalahan yang menyakitkan karena Anda melakukan kesalahan sedikit demi sedikit. Bukan sebuah blunder, tetapi permainan itu lambat laut terlepas darimu.

RR: Melihat gerakan tubuh Anda selama pertandingan, apakah dapat disimpulkan bahwa Anda kesal dengan diri Anda sendiri karena pilihan yang Anda buat? Anda tampaknya membuat beberapa gerakan acak.

VA: Ya, ini sangat perspektif. Saya pikir, jelas aku dapat merasakan bahwa aku membuat kesalahan kecil dan itu menjengkelkan. Tetapi anda harus tetap mendapatkan pegangan pada diri sendiri karena tidak ada gunanya menangisi susu yang sudah basi dan semuanya itu. Anda harus mendapatkan fokus Anda kembali ke permainan meski masih ada sisa-sisa rasa kesal.

RR: Dapatkah Anda mengatakan bahwa pengalaman Anda telah menggagalkan Anda dalam pertandingan ini?

VA: Ya, saya kira begitu. Kekuatan permainanmu datang ketika kamu mampu mencegah lawanmu bermain sesuai dengan kekuatannya. Tetapi aku tidak pernah benar-benar berhasil melakukan hal itu atau hanya dapat melakukannya sedikit. Pada akhirnya, dia sangat kuat dan dia mampu memaksakan gaya bermainnya.

RR: Saat wawancara dengan saya, Magnus Carlsen berkata bahwa ia telah merencanakan untuk membuat Anda bermain lambat, permainan panjang, dan memaksa untuk membuat kesalahan. Apakah tingkat energi-nya di 5 atau 6 jam permainan menentukan karena ia terus mencari langkah-langkah terbaik?

VA: Ya. Maksud saya, saya benar-benar tidak dapat menyesuaikan diri dengan gaya (permainnan)-nya. Jelas bahwa dia telah menyempurnakan gayanya. Dia menjadi lebih kuat dan lebih efektif dengan gayanya sekarang. Jadi, saya juga memiliki perasaan bahwa jika saya berhasil melakukannya, itu akan menjadi lain cerita-nya. Tetapi saya tidak berhasil menguasainya.

RR: Setelah membuat Carlsen berada di bawah tekanan sejak awal di game 9, terutama karena keputusan anda untuk membuka permainan dengan d4, apakah anda menyesal tidak melakukannya di game-game sebelumnya ketika memegang buah putih?

VA: Ya. Tetapi saya membuat sebuah keputusan strategis untuk fokus di e4. Jika dipikir-pikir, ini adalah keputuasan yang buruk dalam pertandingan ini. Jika dipikir-pikir lagi (tersenyum), banyak hal terlihat jelas. Dalam pertandingan ini, untuk beberapa alasan, saya hanya merasa lebih sederhana untuk bermain e4 dan ada alasan untuk itu. Berdasar pada hasil-hasil turnamen yang saya ikuti dan semuanya, saya merasa lebih baik untuk berkonsentrasi di e4. Dan itu ternyata itu adalah keputusan yang buruk.

***

Viswanathan Anand memiliki seorang putra yang belum genap berusia 3 tahun dan bersama dialah Anand melupakan kekalahannya. Akhil Anand, demikian putranya dipanggil, secara tidak sengaja tahu bagaimana membuat gerakan yang benar sehingga dapat membantu “Papa” Anand melupakan kesedihannya. (Anand tinggal bersama istrinya Aruna dan putranya di Chennai). Jelas bahwa juara dunia 5 kali ini tidak akan melewatkan momen bersama keluarganya, namun dia juga fokus terhadap pemulihan dirinya. Seperti telah disebutkan sebelumnya, Anand telah memutuskan untuk ikut serta dalam turnamen Londos Chess Classic yang akan berlangsung bulan ini.

Sumber: http://www.chessdom.com/anand-i-didnt-get-a-grip-on-carlsens-style/

Gens Una Sumus

About caturbandung
Saya bukanlah pecatur dan saya tidak paham tentang catur. Saya hanya orang tua dari salah seorang pecatur yunior kota Bandung yang ingin membagi informasi seputar olahraga catur. Mudah-mudahan bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: