Menghimpun Dana Pembinaan Atlet Catur Melalui Situs Donation CrowdFunding


BANDUNG, http://www.caturbandung.wordpress.com – Selama ini keterbatasan biaya dan sponsor seringkali menjadi kendala utama dalam melakukan pembinaan atlet-atlet berprestasi di Indonesia, khususnya bagi atlet-atlet cabang olahraga yang kurang merakyat. Kebanyakan donatur hanya mau mensponsori cabang olahraga yang populer, seperti sepakbola dan bulutangkis. Cabang olahraga yang kurang populer, catur misalnya, seperti terpinggirkan dan sulit untuk mendapatkan sponsor. Padahal olahraga yang kurang populer ini seringkali lebih berprestasi dan berkontribusi besar dalam mengangkat nama Indonesia di kancah internasional.

Catur merupakan salah satu cabang olahraga yang mengalami kesulitan menghimpun dana dari sponsor. Dukungan dari pemerintah juga sangat minim. Hal ini menyebabkan para pengurus PERCASI, baik pusat maupun cabang, mengalami kesulitan dalam menjalankan program pembinaan atlet maupun menggelar turnamen secara kontinyu. Padahal mengikuti turnamen secara rutin merupakan syarat utama bagi atlet untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus untuk memperbaiki elo rating-nya. Program pembinaan yang dijalankan akan terbuang percuma jika sang atlet jarang mengikuti turnamen, terutama turnamen-turnamen internasional.

Mencari sponsor atau donatur yang bersedia memberikan bantuan pendanaan memang menjadi salah satu kewajiban para pengurus PERCASI. Namun dengan kemajuan internet saat ini, tugas tersebut kini dapat dilakukan sendiri oleh atlet maupun tim pendukungnya melalui metode patungan atau yang dikenal dengan istilah crowdfunding. Metode crowdfunding merupakan salah satu metode alternatif untuk mendapatkan modal atau dana dari masyarakat umum melalui jaringan dengan memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia dan biasanya dilakukan memanfaatkan jaringan internet.

Melalui metode crowdfunding, kebutuhan dana pembinaan atlet berprestasi dapat dihimpun dari puluhan bahkan ratusan orang. Melalui jaringan internet, dana dapat dihimpun dari seluruh penjuru dunia. Terdapat beberapa jenis crowdfunding, namun jenis crowdfunding yang cocok untuk menghimpun bantuan dana adalah jenis donation crowdfunding. Kickstarter, Indiegogo, RocketHub adalah situs-situs donation crowfunding global yang banyak digunakan oleh para pencari dana, khususnya di luar negeri. Sementara itu fenomena donation crowdfunding juga mulai tumbuh di Indonesia dengan munculnya beberapa situs di antaranya Patungan, Wujudkan, Gagas, dan Kitabisa. (Sumber: finansialku.com). Dengan melakukan kampanye (proposal) ke situs-situs tersebut memberikan kesempatan kepada sebanyak mungkin orang untuk turut berkontribusi memberikan bantuan.

situs crowdfunding website Kickstarter   situs crowdfunding website Indiegogo  An International Crowdfunding Platform to Raise Money

Penggalangan dana model crowdfunding telah mulai banyak digunakan di bidang olahraga, khususnya oleh beberapa atlet untuk membantu membiayai perjalanan karirnya. Contoh terbaru penggalangan dana crowdfunding baru saja dilakukan oleh pecatur muda berbakat dari India FM Aravindh Chithambaram untuk membantunya mendapatkan gelar GM dalam jangka waktu 6 bulan. Jika proyek ini berhasil, maka Aravindh akan menjadi GM termuda India (Baca: http://olahraga.kompasiana.com/sport/2014/04/16/aravindh-chithambaran-veerappan-the-next-vishy-anand-647285.html).

Lahir dari keluarga kurang mampu, Aravindh dianugerahi bakat bermain catur yang luar biasa. Berlatih catur mulai usia 7 tahun, meski telah mengenalnya saat masih berusia 3 tahun, Aravindh telah menjuarai Kejuaraan Nasional India Kategori U19 saat ia masih berusia 12 tahun. Aravindh telah memiliki satu norma GM berkat keberhasilannya menjuarai Turnamen GM Open di Chennai pada akhir tahun 2013. Kesuksesan yang membuat pelatihnya yakin bahwa Aravindh dapat segera memperoleh gelar GM jika diberi kesempatan.

Tidaklah mudah untuk mendapatkan gelar GM. Selain harus memperbanyak latihan catur tingkat lanjut, dengan engine-engine catur terbaru, Aravindh juga harus rajin mengikuti turnamen internasional untuk meningkatkan elo rating sekaligus untuk melengkapi norma GM-nya. Tentu saja dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk mendukung program tersebut. Dengan dukungan yang terbatas, sangat sulit bagi Aravindh untuk mewujudkan mimpinya.

Beruntung Aravindh memiliki tim pendukung yang kreatif, yang mampu menggunakan segala sumber daya yang ada untuk menghimpun dana. Karena sulit mendapatkan sponsor, tim pendukung Aravindh memilih menggunakan metode crowdfunding untuk menghimpun dana melalui situs Indiegogo. Mereka mengkampanyekan Aravindh dan program-program yang akan dilakukan dalam jangka waktu 6 bulan untuk mendapatkan gelar GM. Total dana yang dibutuhkan untuk mendukung program Aravindh sekitar US$8.000,00. Para donatur akan mendapatkan cinderamata bertandatangan Aravindh, mulai dari Kartu, Papan Catur, dan Buku Catur, yang diberikan sesuai dengan besaran donasi yang diberikan.

aravindh06 aravindh11

Hasilnya? Luar biasa! Ditayangkan mulai 14 Desember 2013 sampai 31 Januari 2014, Aravindh berhasil mendapatkan dana sebesar US$10.390,00 dari 191 donatur. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada donatur, tim Aravindh senantiasa memberikan informasi seputar perkembangan prestasi Aravindh. Prestasi terakhir yang dicapai Aravindh adalah menempati peringkat 5 besar sekaligus meraih norma GM ke-2 dalam Turnamen Kuala Lumpur International Open 2014.

Apa yang dilakukan oleh Aravindh dan tim suksesnya dapat dicontoh oleh para atlet, pelatih, pembina, maupun pengurus catur Indonesia untuk menghimpun dana dari masyarakat luas sehingga tidak lagi hanya menggantungkan kucuran dana dari pemerintah atau sponsor tunggal. Bagi atlet, metode crowdfunding memberikan kesempatan untuk berkarir secara profesional dengan mendapatkan sponsor pribadi tanpa harus tergantung kepada kebijakan pengurus. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa keterbatasan dana seringkali menjadi penghambat dalam program pengiriman atlet di pertandingan-pertandingan internasional. Hal ini disebabkan karena pendanaan atlet seringkali berasal dari APBN atau donatur tunggal, yang tentu saja memiliki keterbatasan. Keterbatasan ini harusnya dapat teratasi dengan adanya metode penggalangan dana crowdfunding.

Meskipun memberikan kesempatan kepada setiap atlet untuk mendapatkan sponsor pribadi, namun tentu saja tidak semua atlet layak untuk “dijual”. Hanya atlet-atlet berprestasilah yang layak untuk “dijual” dan memiliki kans besar untuk mendapatkan donatur. Atlet dan tim pendukungnya harus mampu menyusun proposal yang meyakinkan bagi para pembaca, sehingga mereka tertarik untuk memberikan sumbangan dana. Mereka juga harus menyiapkan cinderamata bagi para donatur dan memberikan jaminan bahwa para donatur akan selalu mendapatkan informasi seputar perkembangan atlet.

Penggalangan dana metode crowdfunding merupakan hal baru di Indonesia dan masih banyak masyarakat yang awam. Masih butuh waktu bagi crowdfunding untuk dapat diterima di Indonesia, karena tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia yang cenderung rendah. Pencari dana harus mampu memberikan rasa percaya kepada donatur bahwa sumbangan yang diberikan benar-benar digunakan sesuai dengan program-program yang diajukan. Namun demikian, meski masih baru, metode crowdfunding dapat menjadi alternatif baru dalam menghimpun dana dari masyarakat luas untuk mendukung prestasi atlet Indonesia, khususnya atlet-atlet PERCASI yang telah berprestasi internasional.

Sumber: http://www.finansialku.com, www chessbase.com

Gens Una Sumus

(Artikel ini juga dipublikasikan di Kompasiana: http://olahraga.kompasiana.com/sport/2014/04/21/menghimpun-dana-pembinaan-atlet-catur-melalui-situs-donation-crowdfunding-648426.html)

About caturbandung
Saya bukanlah pecatur dan saya tidak paham tentang catur. Saya hanya orang tua dari salah seorang pecatur yunior kota Bandung yang ingin membagi informasi seputar olahraga catur. Mudah-mudahan bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: